Rabu, 29 April 2009


Ini dia mantan murid saya yang jago gambar dan bercerita, namanya Anne Salsabila Rahmadi. Cantik ya..


Selengkapnya...

Selasa, 28 April 2009

KEGIATAN PAUD LASKAR SEMUT



kegiatan  PAUD laskar semut










Selengkapnya...

Senin, 09 Februari 2009

BUKU PARENTING AYAH EDY 2


Mengapa anak kita berbeda satu sama lainnya? Apa saja bedanya? Dan salahkah jika mereka berbeda? Itulah pertanyaan yang sering muncul ketika menghadapi persoalan-persoalan dalam mendidik anak. Pertanyaannya, mengapa para orang tua merasa kesulitan dalam mendidik anak?. Ayah Edy kembali menerbitkan buku (seperti janji saya dalam postingan terdahulu untuk mengulasnya), yang berjudul Mendidik Anak Zaman Sekarang Ternyata Mudah Lho…(asalkan tahu caranya). Buku yang diterbitkan oleh Penerbit PT. Tangga Pustaka ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 22 Desember tahun lalu. Menurut Ayah Edy, mengapa para orangtua kesulitan mendidik anak, karena: tidak siap menjadi orang tua, mencari nafkah lebih penting daripada mendidik anak, tidak banyak referensi ilmiah yang jelas, terus muara dari semua permasalahn itu adalah karena kita tidak mau belajar!.
Ayah Edy juga menjelaskan perbedaan anak zaman dulu dan anak zaman sekarang. Seperti, anak zaman sekarang lebih mampu berpikir kritis, anak zaman sekarang lebih mampu memandang persoalan dari sudut yang berbeda, dan juga anak zaman sekarang lebih mempunyai keberanian mengungkapkan pendapatnya. Perbedaan-perbedaan itu, menurutnya karena perkembangan teknologi elektronik khususnya televisi,jenis makanan dan asupan gizi serta perkembangan budaya yang begitu pesat.
Perbedaan-perbedaan yang ada menimbulkan cara pandang yang salah juga mengenai anak. Beberapa cara pandang yang perlu kita waspadai antara lain: cara pandang hitam vs putih seperti : anak baik-anak jahat, anak pintar-anak bodoh dan seterusnya. Kemudian cara pandang yang menganggap jika orang tua baik pasti anaknya baik. Ini sama sekali salah sebab baik atau tidak tidak dipengaruhi genetika, melainkan habit atu kebiasaan buruk dari orang tua. Nanny Deborah (tim Nanny 911) mengatakan bahwa “Anak nakal bukan dilahirkan, tetapi dibentuk oleh lingkungan keluarganya. Dan cara pandang yang mengatakan orangtua lebih berpengalaman jadi lebih benar.
Begitu banyak pengaruh yang dating dar budaya eksternal dan mulai meluluhlantakkan pengaruh budaya keluarga. Ayah Edy juga mengutip 10 poin hasil penelitian Thomas Lickona terhadap tanda-tanda kemunduran suatu bangsa yang umumnya dibangun oleh budaya eksternal keluarga. yaitu:
-meningkatnya perilaku kekerasan di kalangan pelajar.
-pemakaian kata-kata yang buruk (ejekan,makian dan celaan).
-pengaruhteman lebih kuat daripada pengaruh guru atau orangtua.
-meningkatnya perilaku seks bebas dan penyalahgunaan obat terlarang.
-merosotnya perilaku moral dan meningkatnya egoisme pribadi.
-menurunnya rasa patriotisme.
-rendahnya hormat pada orang lain.
-meningkatnya perilaku merusak.
-ketidakjujuran merajalela.
-berkembangnya kebencian dan kecurigaan antarsesama.

Itulah akibat-akibat yang ditimbulkan dari disepelekannya pelajaran akhlak (character building). Dan di”utamakan”nya pelajaran yang mubazir seperti harus menghafal rumus akar kuadrat pangkat tiga, trigonometri dan sebagainya yang belum tentu berguna dalam kehidupan anak kita kelak.

Seberapa jauh kita mengenal anak kita? Apa akibat dari kegagalan mengenali anak? Dan beberapa pengalaman Ayah Edy dalam profesinya sebagai praktisi pendidikan disertai contoh kasus dalam program parenting mulai dari rumah-rumah sampai seminar di hotel-hotel berbintang melalui pendidikan yang berbasiskan pada pemahaman Multiple Inteligence dan Holistic Learning System, mengenai metode yang tepat dalam membimbing dan mengarahkan anak sesuai dengan fitrah mereka, akan anda dapatkan di buku ini. Buku yang terdiri dari 17 bab dan 113 halaman ini sudah beredar di toko-toko buku sejak akhir Desember lalu. Harganya murah sekali untuk ilmu yang sedemikian perlu. Cuma Rp. 29.500,-. Jadi buruan beli!!!




Selengkapnya...

Sabtu, 27 Desember 2008

anak-anak laskar semut

 
 









ini dia anak-anak laskar semut


Selengkapnya...

Jumat, 26 Desember 2008

BUKU PARENTING AYAH EDY


Entah sudah berapa kali buku ini berpindah tangan. Sampai lecek dan kumal. Tapi saya merasakan kebahagiaan yang amat sangat. Sebenarnya sudah agak terlambat kalau saya meresensi buku ini, sebab buku keduanya sudah terbit tanggal 22 Desember 2008 lalu dengan judul Mendidik anak jaman sekarang itu mudah. Tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali--untuk buku kedua ini,menyusul. .Buku yang diberi judul Mengapa anak Saya suka melawan dan susah diatur (37 Kebiasaan Orang Tua yang menghasilkan perilaku Buruk pada anak) ini sudah mencapai cetakan ketujuh sejak diterbitkan pertama pada bulan Januari 2008 lalu. Penulisnya adalah Ayah Edy --terlahir dengan nama Edy Wiyono (Seorang praktisi Multiple Intelligence dan holistic learning sekaligus pengisi acara Indonesia Strong from Home yang disiarkan radio Smart FM 95.9 Jakarta setiap hari Sabtu pukul 10.00 WIB-12.00 WIB)
     Mengapa Anak Saya suka melawan dan Sulit Diatur? adalah pertanyaan yang seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari ketika kita mendampingi anak. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang manis, yang tidak suka melawan atau menurut saja. Tapi pada kenyataannya, terkadang atau bahkan sering, anak kita melakukan tindakan yang sebaliknya, tidak bisa duduk tenang, suka melawan, tidak mau diatur. Ada juga orang tua yang kebingungan dengan laporan yang di dapatkan dari sekolah karena ternyata anaknya di sekolah luar biasa usilnya, tidak mau diam, dan selalu menjadi trouble maker di kelas. Padahal di rumah, dikenal sebagai anak yang manis dan penurut. Sebaliknya dari sisi anak, mereka seringkali menghadapi orangtua mereka yang tidak konsisten dengan ucapan mereka sendiri seperti melarang anaknya menonton televisi, tapi justru orangtua menonton sinetron pada jam anak belajar.
     Anak juga sering mendapati orang tuanya tidak kompak dalam menghadapi persoalan yang sama. Bahkan si anak sering mendapat perlakuan tidak hormat dari orang tuanya. Menurut Ayah Edy,sisi anak dan sisi orang tua, sering kali kita lupakan, padahal kita dulu pernah menjadi seorang anak. Anak adalah representasi orang tua. Mereka adalah cermin abadi yang tidak pernah berdusta. Lalu, dimana letak persoalan sebenarnya? Buku ini merupakan teman sejati anda dalam mengolah rasa, hati, dan pikiran saat menjalani proses pendampingan anak anda.     Anda juga semakin yakin bahwa anak Anda dan Anda sendiri merupakan keluarga yang unik, solid, dan luar biasa.
    Setelah membaca buku setebal 120 halaman yang diterbitkan oleh penerbit Grasindo ini, membuat kita berpikir ulang dalam menidik anak. Betapa kebiasaan-kebiasaan kita yang tidak kita sadari ternyata berpotensi besar menghasilkan perilaku buruk pada anak kita. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk membaca dan mempraktekan buku ini. Demi masa depan indonesia yang lebih baik.Insya Allah. Karena bagaimanapun juga, Indonesia harus kuat dan itu dimulai dari rumah kita.
If not us who else? if not now when else? Let's make Indonesia Strong from Home !!!


Selengkapnya...

Senin, 22 Desember 2008

SELAMAT HARI IBU

Setiap memperingati hari Ibu, syair lagu kasih ibu kepada beta,tak terhingga sepanjang masa,hanya memberi tak harap kembali,bagai sang surya menyinari dunia. Kembali mengingatkan kepada kita akan berharganya peran ibu . Syair yang sederhana. Namun dalam dan luas maknanya. Betapa Ibu begitu berarti bagi kita semua. Dengan darah, air susu, keringat dan airmatanya-lah kita bisa menjadi seperti sekarang. Jadi surga pantas tercipta untuk ibu di seluruh dunia. Sekuat apapun kita coba membalas jasa ibu, takkan pernah sampai usaha kita untuk membalasnya.. Cuma surga balasan bagi jasa ibu. Berikut kami sampaikan sebuah kisah yang kami kutip dari blog Ayah Edy seorang praktisi multiple intelligence dan holistic learning, pengasuh acara Indonesia Strong from Home (acara parenting di Smart FM 95,9 Jakarta setiap Sabtu mulai pukul 10.00-12.00 WIB dan siaran ulangnya pada Minggu malam pukul 19.00-21.00. Berikut ini ceritanya :

Kisah Kasih Ibu..sepanjang masa  

Si Budi adalah anak yang kebetulan terlahir cacad, satu dari dua telinganya tidak memiliki daun telinga. Pada saat usianya mulai menginjak lima tahun, Budi kecil sering sekali di ejek oleh teman-temannya. Hingga Budi yang tadinya adalah anak periang belakangan ini menjadi anak yang diam, pemurung, dan cenderung lebih suka menyendiri. Kedua orang tua Budi begitu sedih melihat hal ini terjadi pada anaknya. Ibunya yang begitu sayang padanya, kerap kali selalu memotivasi si Kecil Budi untuk tidak malu dan rendah diri akan kekurangannya tersebut. Namun usaha demi usaha yang dilakukan orang tuanya sepertinya sia-sia belaka. Dari hari ke hari Budi semakin tidak mengurung diri dan bertemu dengan teman-temannya. 

Sampailah suatu ketika orang tuanya mengabari bahwa ada seorang dari surga yang akan membantu Budi untuk memperbaiki daun telinganya melalui proses operasi pencangkokan telinga... Budi kecil sangat bahagia sekali...mendengar berita itu meskipun dalam hati ia bertanya-tanya siapa gerangan orang ini dan apa bisa telinganya di cangkok menjadi bagus seperti telinga yang satunya lagi. 

Singkat cerita operasi itupun berjalan lancar dan sukses. Kini Budi memiliki dua telinga yang normal seperti anak-anak lainnya. Dan tentu saja sejak saat itu Budi kembali menjadi anak yang periang dan kembali aktif seperti sedia kala. Akan tetapi didalam hati Budi ada satu pertanyaan yang belum terjawab. Siapakah Gerangan orang dari Surga tersebut yang telah begitu mulia mau mencangkokan telinga bagi dirinya. Namun setiap kali hal ini ditanyakan pada kedua orang tuanya, Budi selalu mendapat jawaban “Sayang kelak kamu akan tahu dengan sendirinya siapa orang itu. 

Sampailah Budi kini sudah menjadi orang Dewasa yang sudah bekerja di luar daerah dan tinggal jauh dari kedua orang tuanya. 

Suatu ketika Budi begitu kaget mendapat berita bahwa Ibunya dalam kondisi sakit keras dan Kritis. Segera saja Budi memutuskan untuk mengambil cuti dan segera menengok ibunya. Sayang sekali begitu Budi tiba dirumahnya Ibunya telah pergi mendahului untuk berpulang pada Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Budi bagitu sedih, kaget dan yang membuatnya lebih terpukul lagi manakala ia melihat Ibunya sedang dimandikan, dan menemukan bahwa salah satu daun telinga ibunya tidak ada....., Budi tidak pernah menyangka bahwa jika selama ini ibunya selalu memanjangkan rambut adalah untuk menutupi salah satu telinganya yang telah ia potong untuk di cangkokan pada dirinya. Budi mulai menitikkan Air Mata... betapa ia tidak pernah mengetahui bahwa orang yang datang dari Surga itu ternyata adalah ibunya sendiri dan kini tanpa sepengetahuannya pula orang tersebut telah kembali lagi ke Surga tanpa Budi berada disampingnya. 

Para orang tua dan guru yang berbahagia....sadarkah kita bahwa sesungguhnya begitu besar cinta seorang ibu pada anaknya....apapun rela ia korbankan demi anaknya tercinta....Ibu kita tidak pernah meminta apun sebagai imbalannya. Tapi mengapa terkadang hanya untuk mendengarkan atau mengikuti nasehatnya saja kita begitu sulitnya, meskipun sesungguhnya nasehat-nasehat itu hanya untuk kebaikan hidup kita dan sama sekali bukan untuk kebaikan ibu kita.... 

Anda pasti terharu mendengar kisah ini. Tidak ada kata terlambat untuk memohon maaf atas semua salah kita pada ibu kita. Dan mulai membahagiakannya mulai saat ini.... 







Selengkapnya...

Senin, 15 Desember 2008

Foto-foto arsip PAUD Laskar Semut










Selengkapnya...

Selasa, 09 Desember 2008

Maryamah Karpov


Setelah ditunggu-tunggu para penggemarnya, akhirnya terbit juga novel keempat dari tetralogi Laskar Pelangi. Novel yang diberi judul Maryamah Karpov ini diluncurkan pada 28 November 2008 pagi di acara Apa Kabar Indonesia Pagi (tv one) dan sore harinya di MP Bookpoint. Mulai beredar di toko buku keesokan harinya.


Penerbit Bentang rupanya menunggu momen yang tepat untuk menerbitkan novel ini. Setelah sukses film Laskar Pelangi--buku kesatu dari tetralogi ini--pecinta buku sudah mulai bertanya-tanya kapan novel ini terbit. Kalau kita ketikkan kata kunci Maryamah Karpov di mesin pencari, rupanya banyak sekali yang penasaran. Bahkan ada juga yang mencari bajakannya dalam format pdf. Ada-ada saja.


Tak bisa dipungkiri, orang yang pernah menikmati ketiga novel Andrea Hirata (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor), pasti akan penasaran pada novel pamungkasnya ini--menurut Andrea, ia akan berhenti dulu dari dunia tulis-menulis. Gurihnya ramuan kata-kata yang ditulisnya seakan mengajak kita untuk sayang untuk menghabiskannya sekali duduk. Kekuatan novel-novel Andrea terletak pada kata-kata. Setiap kalimat berpeluang menjadi sebuah paragraf, setiap paragraf bisa menjadi sebuah bab, dan setiap bab bisa menjadi novel baru. Ia tak mendayu-dayu atau nyastra. Ia memadukan kelincahan lidah Melayu dalam bercerita dengan keseriusan sains yang yang mempesona. Hasilnya ramuan yang gurih, dan maknyus.


Novel ini menceritakan sekembalinya tokoh Ikal dari Prancis. Bagaimana tokoh Arai menemukan kebahagiaannnya dengan dipanggilnya kembali ke Prancis yang tertunda akibat penyakit yang dideritanya, juga cinta sejatinya, Zakiah Nurmala yang bersedia dinikahi setelah belasan kali menolaknya. Zakiah kemudian diboyong ke Prancis. Selain itu Arai juga berkesempatan meneruskan studi ke tingkat Ph.D karena Liaison Officernya yakni Maurent LeBlanch bersedia merekomendasikan Arai untuk mendapat beasiswa tersebut. Juga cerita tentang tetek bengek kehidupan orang-orang Melayu, Hokian, Ho Po, Khek juga orang-orang Sawang. Sehingga Penerbit Bentang Pustak menggolongkan novel-novel Andrea sebagai cultural literary non fiction, yakni karya nonfiksi yang digarap secara sastra berdasarkan pendekatan kebudayaan. Dan yang menjadi ruh novel ini tak lain adalah mimpi-mimpi Ikal. Kali ini mimpi menemukan A Ling ternyata belum padam. Sampai-sampai Ikal bersusah payah membangun sebuah perahu selama tujuh bulan hanya karena firasatnya mengatakan A Ling dan keluarganya terdampar di Batuan--sebuah pulau di dekat Singapura--setelah sesosok mayat lelaki bertato kupu-kupu terdampar di pantai Belitong. Dan Ikal pernah melihat tato seperti itu di lengan A Ling. Menurut A Ling tato itu identitas trah keluarga. Hanya ia dan keluarganya yang memiliki tato semacam itu. Sedangkan Maryamah sendiri adalah nama pemilik kedai kopi yang jago catur dengan teknik-teknik Karpov.


Gurih. Benar-benar gurih novel ini. Meskipun ada satu-dua inkonsistensi cerita--atau mungkin salah cetak-- tapi tetap enak.


Mimpi. Itulah hikmah dari novel ini. Di hutan, di lautan atau di belantara Megapolitan, jangan pernah bunuh mimpi. Apapun mimpi itu.



Selengkapnya...

Jumat, 05 Desember 2008

Ibrahim pun meminta pendapat anaknya

Tidak terasa sebentar lagi kita akan memperingati Hari Raya Idul Adha. Hari yang diperingati berdasarkan peristiwa agung ribuan tahun silam. Ya kita semua tahu peristiwa disampaikannya wahyu Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya, Ismail AS. Semua rangkaian kejadian yang mengiringi peristiwa tersebut hari ini dinapaktilasi oleh sekitar 2 juta umat muslim di seluruh dunia yang menunaikan ibadah haji. Semua ritual ibadah haji sebagian besar memang berdasarkan apa yang telah Ibrahim AS dan Ismail AS kerjakan di masa lalu.
     Saya di sini tidak akan membahas prosesi ibadah haji, ataupun prosesi penyembelihan Ismail AS yang kemudian oleh Allah SWT diganti menjadi seekor gibas (semacam domba). Wallahu a'lam. Peristiwa yang kemudian menjadi sebuah ritual ibadah yang dinamakan qurban. Saya hanya ingin menyinggung sebuah hikmah yang mungkin belum kita sadari. Yaitu betapa demokratisnya Ibrahim AS.
     Seperti diceritakan dalam Al- Qur'an Surat Ass Shaffat(37) ayat 102.
     " Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah pendapatmu!. Ia menjawab : Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". 'Maka fikirkanlah pendapatmu' sebuah ucapan yang sangat demokratis yang diucapkan manusia sekaliber Ibrahim AS. Beliau meminta pendapat anaknya mengenai wahyu yang baru saja diturunkan oleh Allah SWT. Jadi pantaskah kita bersikap otoriter kepada anak kita dan memaksakan kehendak kita kepada mereka? Sebuah hikmah Idul Adha yang perlu kita renungkan bersama.  Paling tidak nilai dari ayat di atas membuka cakrawala pandang dalam diri kita. Mengajak kita berpikir ulang, bahwa anak kita adalah mitra kita. Bukan objek dari ambisi-ambisi kita. Betapa indahnya...
      Oya, kami segenap pengelola, dewan guru, murid-murid, dan wali murid PAUD Laskar Semut Citra Raya Tangerang, mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1429 H. Semoga keikhlasan Ibrahim AS dan Ismail AS menjadi teladan dalam kita melangkah. Merayakan hidup dengan cinta. Seperti cinta mereka...
      
Selengkapnya...

Rabu, 03 Desember 2008

Otak bayi seperti otak Einstein

Mungkin Anda bertanya kenapa saya memakai judul seperti itu. Kenapa Einstein?, kenapa bukan Thomas Alva Edison, Aljabar, Leonardo Da Vinci atau Al Khawarizmi?. Ya, Albert Einstein. Si Tua yang sering memakai cardigan lusuh, berambut acak-acakan, dahi keriput, kumisnya yang khas, mata tuanya yang  menatap tajam adalah ikon kejeniusan abad 21.      Dengan teorinya yang terkenal: Relativitas, semua orang tahu rumusnya E= mc2 tetapi amat sedikit yang memahaminya.
     Kemudian kalau Anda pandangi anak atau keponakan Anda yang masih bayi, lihatlah kulitnya yang lembut, matanya yang bening, mulut dan jemarinya yang mungil, serta kepalanya yang ditumbuhi rambut halus itu didalamnya terdapat segumpal otak yang membentuk jutaan koneksi setiap hari.
     Apa sebenarnya benang merah yang menghubungkan keduanya yang nyata-nyata berbeda secara fisik dan usia?. Menurut buku Keajaiban Otak Anak karangan Alison Gopnik, Ph.D, Andrew N. Meltzof, Ph.D, dan Patricia K. Kuhl, Ph.D yang diterbitkan oleh penerbit Kaifa, keduanya memiliki kesamaan bahwa bayi dan anak-anak mengetahui dan belajar lebih banyak mengenai dunia daripada yang pernah kita bayangkan. Mereka berpikir, menarik kesimpulan, membuat prediksi, mencari penjelasan, bahkan melakukan eksperimen. Para ilmuwan dan anak-anak memiliki keterkaitan karena mereka pembelajar terbaik di alam semesta ini.
     Kita lihat bagaimana makhluk kecil, mungil nan mempesona ini belajar, mereguk rahasia-rahasia semesta, menyokong tersambungnya sel-sel saraf atau neuron. Karena ternyata otak anak-anak jauh lebih sibuk dibandingkan dengan otak kita. Pada usia tiga bulan, wilayah-wilayah otak yang terlibat dalam aktivitas melihat, mendengar, dan menyentuh membakar glukosa dalam jumlah yang lebih banyak. Ini berarti kebutuhan energi untuk bayi begitu tinggi. Konsumsi energinya mencapai level orang dewasa pada saat anak berusia sekitar 2 tahun. Dan pada usia 3 tahun, otak anak kecil sesungguhnya dua kali lebih aktif daripada otak orang dewasa.
     Dengan keruwetan dan kecepatan  koneksi neuron yang mengagumkan semenjak dalam tahap embrionik, tidak mengherankan bila sebelum mampu berbicara berjalan atau bahkan merangkak, mereka dapat memahami perbedaan antara ekspresi bahagia, sedih dan marah. Sebelum usia 10 bulan, bayi bisa menangkap semua bunyi bahasa. Baru setelah usia itu, anak-anak mempelajari bahasa dalam budaya unik mereka. Pada usia 1 tahun sudah paham bahwa benda-benda bisa saling mempengaruhi. Kemudian pada usia 2 tahun anak-anak mulai rewel dan nakal, yang mencerminkan pertentangan murni antara kebutuhan anak-anak untuk memahami orang lain dan kebutuhan mereka untuk hidup rukun. Dan anak usia 3 tahun mampu mengenali bunyi dan perbedaan kata dibandingkan komputer yang dirancang untuk itu. Bahkan yang paling canggih sekalipun.
     Inilah yang disebut masa-masa emas itu. Masa-masa yang tidak akan datang dua kali. Masa yang apabila kita kelola dengan baik, anak kita kelak akan menjadi maestro.
       
      


Selengkapnya...

Jumat, 28 November 2008

Keajaiban angka-angka

Tidak sengaja buka-buka arsip lama, saya menemukan sebuah buku kecil yang cukup bagus. Buku yang ditulis oleh Dietrich Kirsch dan Jutta Kirsch-Korn pada tahun 1983. Pasangan suami-istri yang tinggal di Waldburg, dekat Danau Constance di Jerman bagian selatan ini adalah penulis buku anak yang hasil karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Buku yang aslinya berjudul Zahlen Spielerei ini dialihbahasakan oleh Bambang Sumantri dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada Tahun 1990 dengan judul Permainan dan Teka-teki Bilangan. 
  Ada banyak keajaiban angka yang ditulis di buku ini tetapi saya hanya akan tulis beberapa. Sebagai contoh, bilangan 123456789 kalau dikalikan dengan angka 9 atau kelipatannya maka hasilnya adalah bilangan yang terdiri atas angka yang sama:


   
9 x 123456789 =111111111
2 x 9 x 123456789 = 222222222 
3 x 9 x 123456789 = 333333333
4 x 9 x 123456789 = 444444444
5 x 9 x 123456789 = 555555555
6 x 9 x 123456789 = 666666666
7 x 9 x 123456789 = 777777777
8 x 9 x 123456789 = 888888888
9 x 9 x 123456789 = 999999999
atau seperti ini
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 =111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

kalau tidak dikalikan dengan 9 melainkan 8

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

sekarang bilangan 37. Kalau dikalikan dengan 3, atau kelipatannya maka lihatlah..

3 x 37 = 111
6 x 37 = 222
 9 x 37 = 333
12 x 37 = 444
15 x 37 = 555
18 x 37 = 666
 21 x 37 = 777
24 x 37 = 888
27 x 37 = 999

sekarang angka 91 kalau dikalikan dengan angka 1 - 9, maka hasilnya angka ratusan dan satuan naik setiap kali, sebaliknya angka puluhan turun setiap kali.

1 x 91 = 091
2 x 91 = 182
3 x 91 = 273
4 x 91 = 364
5 x 91 = 455
6 x 91 = 546
7 x 91 = 637
8 x 91 = 728
9 x 91 = 819
perhatikan apa hebatnya angka 1

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

satu lagi...

0 x 9 + 8 = 8
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
987654321 x 9 - 1 = 8888888888
9876543210 x 9 - 2 = 88888888888

Itulah sedikit dari keajaiban yang bisa kita temukan dari angka-angka. Rahasia semesta yang bisa kita intip. Setetes dari kegungan ilmu Allah SWT. Masih banyak keajaiban yang bisa kita temukan. Ada yang mau sharing?  



 


Selengkapnya...

Rabu, 26 November 2008

Seandainya komik masuk kurikulum Diknas


Beberapa minggu yang lalu saya membeli sebuah buku yang menurut saya--meminjam slogan TEMPO--enak dibaca dan perlu. Mengapa saya bilang demikian? Karena saya merasa kemampuan bercerita (baca:mengungkapkan ide) lewar gambar dengan urutan yang logis,filmis ya..cuma lewat komik. Dan sayangnya ini tidak dipupuk sedari kecil. Katakanlah sejak TK atau SD. Bahkan masih ada sekolah yang melarang anak didiknya membaca komik. Ya.. mungkin gurunya produk pendidikan sebelum tahun 80-an, dimana komik diharamkan masuk sekolah. Maklumlah pada saat itu banyak beredar komik-komik picisan yang hanya mengumbar syahwat.

Tapi hare gennnee...?
    Memang sih, ada juga komik yang gitu-gitu tapi alangkah dewasanya kita kalau seumpamanya tidak apatis dulu terhadap komik. Mau tidak mau kita sekarang dibanjiri dengan serbuan komik impor, terutama komik Amerika dan komik  Jepang atau yang lebih terkenal dengan sebutan manga. Karena mereka menggarap pasar ini dengan serius. Bukan cuma komiknya, tapi juga film kartunnya(anime), merchandise, action figurnya dan segala tetek-bengeknya. Akhirnya komik lokal yang seharusnya menjadi tuan di negerinya sendiri, lama-kelamaan tersingkir dan akhirnya mati suri. Tetapi geliat bangkitnya komik Indonesia mulai terlihat. Ini ditandai dengan berdirinya beberapa studio komik di beberapa kota besar seperti : Jakarta, Bandung dan Surabaya. Anak muda yang mempunyai idealisme untuk membangkitkan kejayaan komik Indonesia seperti Beng Rahadian, Oyasujiwo, The Eko Nugroho dan lain-lain. Mereka dengan semangat yang tinggi tetap ngomik, dan diterbitkan secara indie (digambar,dicetak,dan didistribusikan sendiri). Demi kejayaan produk dalam negeri. 
     Saya punya pengalaman mendidik anak yang berbakat membuat komik. Ane Salsabila Rahmadi, nama mantan anak didik saya yang cantik hitam manis ini, mempunyai bakat yang luar biasa dalam bidang komik dan bercerita. Kalau sedang menginap di rumah saya, pasti dia akan menggambar untuk saya. Sebuah cerita yang menurut saya imajinatif dan orisinil. Saya kira anak ini bisa jadi komikus atau penulis skenario film terkenal atau bahkan bisa menjadi menteri desain Republik Indonesia suatu hari nanti. Sayang dia pindah ke Lampung dan saya kehilangan kontak.
      Oya, buku yang saya maksud di atas adalah Membuat Komik karangan Scott Mc Cloud. Yang diterbitkan oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Buku dengan spesifikasi sebagai berikut :
    Harga : Rp 65.000,- *
    Ukuran : 17 x 26 cm
    Tebal : 268 halaman
    Terbit : Maret 2008
Berisi tentang rahasia bercerita dalam komik, manga dan novel grafis seperti :
- memilih momen yang tepat untuk dituangkan ke dalam panel.
- membingkai aksi dan menuntun mata pembaca.
- memilih kata dan gambar yang saling melengkapi.
- menciptakan karakter yang beragam dan istimewa.
- menguasai bahasa tubuh dan ekspresi wajah.
- menciptakan dunia khayal yang tampak nyata dan membawa pembaca ke dalam petualangan penuh makna.
- memilih peralatan yang tepat dan memahami asal muasalnya.
- menelusuri dunia gaya dan genre komik yang maha luas.
     
McCloud juga menjelaskan tentang sudut pandang panel yang baik, ekspresi yang tepat, serta beragam bentuk balon dan font di dalam komik. Dalam menerangkan teorinya, McCloud juga menggunakan contoh dari komik-komik terkenal karya Marjane Satrapi, David B, Neil Gaiman, Alan More, Herge, Osamu Tezuka, dan sang maestro Will Eisner.
     Jadi kenapa harus menunggu komik masuk kurikulum Diknas untuk mengenalkan komik kepada anak didik kita? Mulailah sekarang dan biarkan anak didik anda menuangkan imajinasinya yang dahsyat secara sistematis (tetap berpedoman pada norma-norma yang sesuai dengan budaya kita tentunya). Dan lihatlah suatu hari nanti ia akan menjadi maestro dunia.... 
  
Selengkapnya...