
Ini dia mantan murid saya yang jago gambar dan bercerita, namanya Anne Salsabila Rahmadi. Cantik ya..
Selengkapnya...
Rabu, 29 April 2009
Selasa, 28 April 2009
Senin, 09 Februari 2009
BUKU PARENTING AYAH EDY 2
Ayah Edy juga menjelaskan perbedaan anak zaman dulu dan anak zaman sekarang. Seperti, anak zaman sekarang lebih mampu berpikir kritis, anak zaman sekarang lebih mampu memandang persoalan dari sudut yang berbeda, dan juga anak zaman sekarang lebih mempunyai keberanian mengungkapkan pendapatnya. Perbedaan-perbedaan itu, menurutnya karena perkembangan teknologi elektronik khususnya televisi,jenis makanan dan asupan gizi serta perkembangan budaya yang begitu pesat.
Perbedaan-perbedaan yang ada menimbulkan cara pandang yang salah juga mengenai anak. Beberapa cara pandang yang perlu kita waspadai antara lain: cara pandang hitam vs putih seperti : anak baik-anak jahat, anak pintar-anak bodoh dan seterusnya. Kemudian cara pandang yang menganggap jika orang tua baik pasti anaknya baik. Ini sama sekali salah sebab baik atau tidak tidak dipengaruhi genetika, melainkan habit atu kebiasaan buruk dari orang tua. Nanny Deborah (tim Nanny 911) mengatakan bahwa “Anak nakal bukan dilahirkan, tetapi dibentuk oleh lingkungan keluarganya. Dan cara pandang yang mengatakan orangtua lebih berpengalaman jadi lebih benar.
Begitu banyak pengaruh yang dating dar budaya eksternal dan mulai meluluhlantakkan pengaruh budaya keluarga. Ayah Edy juga mengutip 10 poin hasil penelitian Thomas Lickona terhadap tanda-tanda kemunduran suatu bangsa yang umumnya dibangun oleh budaya eksternal keluarga. yaitu:
-meningkatnya perilaku kekerasan di kalangan pelajar.
-pemakaian kata-kata yang buruk (ejekan,makian dan celaan).
-pengaruhteman lebih kuat daripada pengaruh guru atau orangtua.
-meningkatnya perilaku seks bebas dan penyalahgunaan obat terlarang.
-merosotnya perilaku moral dan meningkatnya egoisme pribadi.
-menurunnya rasa patriotisme.
-rendahnya hormat pada orang lain.
-meningkatnya perilaku merusak.
-ketidakjujuran merajalela.
-berkembangnya kebencian dan kecurigaan antarsesama.
Itulah akibat-akibat yang ditimbulkan dari disepelekannya pelajaran akhlak (character building). Dan di”utamakan”nya pelajaran yang mubazir seperti harus menghafal rumus akar kuadrat pangkat tiga, trigonometri dan sebagainya yang belum tentu berguna dalam kehidupan anak kita kelak.
Seberapa jauh kita mengenal anak kita? Apa akibat dari kegagalan mengenali anak? Dan beberapa pengalaman Ayah Edy dalam profesinya sebagai praktisi pendidikan disertai contoh kasus dalam program parenting mulai dari rumah-rumah sampai seminar di hotel-hotel berbintang melalui pendidikan yang berbasiskan pada pemahaman Multiple Inteligence dan Holistic Learning System, mengenai metode yang tepat dalam membimbing dan mengarahkan anak sesuai dengan fitrah mereka, akan anda dapatkan di buku ini. Buku yang terdiri dari 17 bab dan 113 halaman ini sudah beredar di toko-toko buku sejak akhir Desember lalu. Harganya murah sekali untuk ilmu yang sedemikian perlu. Cuma Rp. 29.500,-. Jadi buruan beli!!!
Sabtu, 27 Desember 2008
Jumat, 26 Desember 2008
BUKU PARENTING AYAH EDY
Anak juga sering mendapati orang tuanya tidak kompak dalam menghadapi persoalan yang sama. Bahkan si anak sering mendapat perlakuan tidak hormat dari orang tuanya. Menurut Ayah Edy,sisi anak dan sisi orang tua, sering kali kita lupakan, padahal kita dulu pernah menjadi seorang anak. Anak adalah representasi orang tua. Mereka adalah cermin abadi yang tidak pernah berdusta. Lalu, dimana letak persoalan sebenarnya? Buku ini merupakan teman sejati anda dalam mengolah rasa, hati, dan pikiran saat menjalani proses pendampingan anak anda. Anda juga semakin yakin bahwa anak Anda dan Anda sendiri merupakan keluarga yang unik, solid, dan luar biasa.
Setelah membaca buku setebal 120 halaman yang diterbitkan oleh penerbit Grasindo ini, membuat kita berpikir ulang dalam menidik anak. Betapa kebiasaan-kebiasaan kita yang tidak kita sadari ternyata berpotensi besar menghasilkan perilaku buruk pada anak kita. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk membaca dan mempraktekan buku ini. Demi masa depan indonesia yang lebih baik.Insya Allah. Karena bagaimanapun juga, Indonesia harus kuat dan itu dimulai dari rumah kita.If not us who else? if not now when else? Let's make Indonesia Strong from Home !!!
Senin, 22 Desember 2008
SELAMAT HARI IBU
Setiap memperingati hari Ibu, syair lagu kasih ibu kepada beta,tak terhingga sepanjang masa,hanya memberi tak harap kembali,bagai sang surya menyinari dunia. Kembali mengingatkan kepada kita akan berharganya peran ibu . Syair yang sederhana. Namun dalam dan luas maknanya. Betapa Ibu begitu berarti bagi kita semua. Dengan darah, air susu, keringat dan airmatanya-lah kita bisa menjadi seperti sekarang. Jadi surga pantas tercipta untuk ibu di seluruh dunia. Sekuat apapun kita coba membalas jasa ibu, takkan pernah sampai usaha kita untuk membalasnya.. Cuma surga balasan bagi jasa ibu. Berikut kami sampaikan sebuah kisah yang kami kutip dari blog Ayah Edy seorang praktisi multiple intelligence dan holistic learning, pengasuh acara Indonesia Strong from Home (acara parenting di Smart FM 95,9 Jakarta setiap Sabtu mulai pukul 10.00-12.00 WIB dan siaran ulangnya pada Minggu malam pukul 19.00-21.00. Berikut ini ceritanya :
Kisah Kasih Ibu..sepanjang masa
Si Budi adalah anak yang kebetulan terlahir cacad, satu dari dua telinganya tidak memiliki daun telinga. Pada saat usianya mulai menginjak lima tahun, Budi kecil sering sekali di ejek oleh teman-temannya. Hingga Budi yang tadinya adalah anak periang belakangan ini menjadi anak yang diam, pemurung, dan cenderung lebih suka menyendiri. Kedua orang tua Budi begitu sedih melihat hal ini terjadi pada anaknya. Ibunya yang begitu sayang padanya, kerap kali selalu memotivasi si Kecil Budi untuk tidak malu dan rendah diri akan kekurangannya tersebut. Namun usaha demi usaha yang dilakukan orang tuanya sepertinya sia-sia belaka. Dari hari ke hari Budi semakin tidak mengurung diri dan bertemu dengan teman-temannya.
Sampailah suatu ketika orang tuanya mengabari bahwa ada seorang dari surga yang akan membantu Budi untuk memperbaiki daun telinganya melalui proses operasi pencangkokan telinga... Budi kecil sangat bahagia sekali...mendengar berita itu meskipun dalam hati ia bertanya-tanya siapa gerangan orang ini dan apa bisa telinganya di cangkok menjadi bagus seperti telinga yang satunya lagi.
Singkat cerita operasi itupun berjalan lancar dan sukses. Kini Budi memiliki dua telinga yang normal seperti anak-anak lainnya. Dan tentu saja sejak saat itu Budi kembali menjadi anak yang periang dan kembali aktif seperti sedia kala. Akan tetapi didalam hati Budi ada satu pertanyaan yang belum terjawab. Siapakah Gerangan orang dari Surga tersebut yang telah begitu mulia mau mencangkokan telinga bagi dirinya. Namun setiap kali hal ini ditanyakan pada kedua orang tuanya, Budi selalu mendapat jawaban “Sayang kelak kamu akan tahu dengan sendirinya siapa orang itu.
Sampailah Budi kini sudah menjadi orang Dewasa yang sudah bekerja di luar daerah dan tinggal jauh dari kedua orang tuanya.
Suatu ketika Budi begitu kaget mendapat berita bahwa Ibunya dalam kondisi sakit keras dan Kritis. Segera saja Budi memutuskan untuk mengambil cuti dan segera menengok ibunya. Sayang sekali begitu Budi tiba dirumahnya Ibunya telah pergi mendahului untuk berpulang pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Budi bagitu sedih, kaget dan yang membuatnya lebih terpukul lagi manakala ia melihat Ibunya sedang dimandikan, dan menemukan bahwa salah satu daun telinga ibunya tidak ada....., Budi tidak pernah menyangka bahwa jika selama ini ibunya selalu memanjangkan rambut adalah untuk menutupi salah satu telinganya yang telah ia potong untuk di cangkokan pada dirinya. Budi mulai menitikkan Air Mata... betapa ia tidak pernah mengetahui bahwa orang yang datang dari Surga itu ternyata adalah ibunya sendiri dan kini tanpa sepengetahuannya pula orang tersebut telah kembali lagi ke Surga tanpa Budi berada disampingnya.
Para orang tua dan guru yang berbahagia....sadarkah kita bahwa sesungguhnya begitu besar cinta seorang ibu pada anaknya....apapun rela ia korbankan demi anaknya tercinta....Ibu kita tidak pernah meminta apun sebagai imbalannya. Tapi mengapa terkadang hanya untuk mendengarkan atau mengikuti nasehatnya saja kita begitu sulitnya, meskipun sesungguhnya nasehat-nasehat itu hanya untuk kebaikan hidup kita dan sama sekali bukan untuk kebaikan ibu kita....
Anda pasti terharu mendengar kisah ini. Tidak ada kata terlambat untuk memohon maaf atas semua salah kita pada ibu kita. Dan mulai membahagiakannya mulai saat ini....
Selengkapnya...
Senin, 15 Desember 2008
Selasa, 09 Desember 2008
Maryamah Karpov
Selengkapnya...
Jumat, 05 Desember 2008
Ibrahim pun meminta pendapat anaknya
Rabu, 03 Desember 2008
Otak bayi seperti otak Einstein
Jumat, 28 November 2008
Keajaiban angka-angka
Ada banyak keajaiban angka yang ditulis di buku ini tetapi saya hanya akan tulis beberapa. Sebagai contoh, bilangan 123456789 kalau dikalikan dengan angka 9 atau kelipatannya maka hasilnya adalah bilangan yang terdiri atas angka yang sama:
9 x 123456789 =111111111
2 x 9 x 123456789 = 222222222
3 x 9 x 123456789 = 333333333
4 x 9 x 123456789 = 444444444
5 x 9 x 123456789 = 555555555
6 x 9 x 123456789 = 666666666
7 x 9 x 123456789 = 777777777
8 x 9 x 123456789 = 888888888
9 x 9 x 123456789 = 999999999
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 =111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111
kalau tidak dikalikan dengan 9 melainkan 8
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
sekarang bilangan 37. Kalau dikalikan dengan 3, atau kelipatannya maka lihatlah..
3 x 37 = 111
6 x 37 = 222
9 x 37 = 333
12 x 37 = 444
15 x 37 = 555
18 x 37 = 666
21 x 37 = 777
24 x 37 = 888
27 x 37 = 999
sekarang angka 91 kalau dikalikan dengan angka 1 - 9, maka hasilnya angka ratusan dan satuan naik setiap kali, sebaliknya angka puluhan turun setiap kali.
1 x 91 = 091
2 x 91 = 182
3 x 91 = 273
4 x 91 = 364
5 x 91 = 455
6 x 91 = 546
7 x 91 = 637
8 x 91 = 728
9 x 91 = 819
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
satu lagi...
0 x 9 + 8 = 8
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
987654321 x 9 - 1 = 8888888888
9876543210 x 9 - 2 = 88888888888
Itulah sedikit dari keajaiban yang bisa kita temukan dari angka-angka. Rahasia semesta yang bisa kita intip. Setetes dari kegungan ilmu Allah SWT. Masih banyak keajaiban yang bisa kita temukan. Ada yang mau sharing?
Rabu, 26 November 2008
Seandainya komik masuk kurikulum Diknas
Tapi hare gennnee...?
Ukuran : 17 x 26 cm
Tebal : 268 halaman
Terbit : Maret 2008
- membingkai aksi dan menuntun mata pembaca.
- memilih kata dan gambar yang saling melengkapi.
- menciptakan karakter yang beragam dan istimewa.
- menguasai bahasa tubuh dan ekspresi wajah.
- menciptakan dunia khayal yang tampak nyata dan membawa pembaca ke dalam petualangan penuh makna.
- memilih peralatan yang tepat dan memahami asal muasalnya.
- menelusuri dunia gaya dan genre komik yang maha luas.






